Sabtu, 09 Desember 2017

Aku Berhasil Meniduri Istri Bos Ku Karena Obat Tidur

Kami Agen Judi Poker Online Terbaik Dan Terpercaya www.Lexuspoker.net
YM :CS_LEXUSPOKER
BBM :DE160B54
SMS :+85581964071
WHATSAPP:+85581964071




Aku Berhasil Meniduri Istri Bos Ku Karena Obat Tidur 

AGEN JUDI

 POKER UANG ASLI
- Cerita pemerkosaan ini terjadi pada saat aku masih bekerja sebagai penulis di rumah bos saya. Saya adalah seorang penulis yang  bekerja pada seorang agen penulisan, sebut saja nama bosku ini Suherman. Bosku ini menggunakan salah satu kamar rumahnya untuk dijadikan kantor tempat bawahannya bekerja. Saat ini Suherman hanya memiliki satu orang bawahan yaitu saya sendiri. Pekerja Suherman yang lain telah keluar karena perlakuan bosku yang tidak adil. Bosku sering kali memotong, bahkan tidak membayar pekerjaan bawahannya. Namun bosku tetap tidak belajar dari pengalamannya, bosku tetap tidak membayar hasil kerja dari pekerja terakhirnya ini. Tidak hanya itu, bosku memiliki sifat yang suka berselingkuh. Saya sering kali disuruh menginap di rumahnya untuk menyelesaikan banyak pekerjaan yang sering kali tidak dibayar. Sebenarnya, saya sendiri sudah ingin keluar saat itu. Namun, saat itu aku masih memiliki uang di bosku yang tidak bisa kutinggalkan begitu saja. Setelah sekian banyaknya pekerjaanku yang tidak dibayar, aku mulai berpikir untuk memanfaatkan keadaan. Istri bosku adalah seorang wanita yang cantik, sebutlah namanya Maria.

 Hampir semua orang yang datang ke rumah Suherman, datang karena istrinya. Namun, sayang Suherman adalah tukang selingkuh. Malam-malam selama aku menginap selalu dipenuhi oleh pertengkaran suami istri di tengah malam. Suherman biasanya pergi pada pagi atau siang hari dan pulang tengah malam setiap hari. Setelah pulang, Suherman mulai bertengkar di tengah malam dan mengganggu siapapun yang mendengarnya. Saat malam, istrinya selalu tidur menunggu Suherman pulang tengah malam. Pada suatu malam, aku sedang menginap di rumah pak Suherman untuk ngeprint beberapa buku. Jam sepuluh malam Suherman belum pulang ke rumah. Aku tahu Suherman sedang meniduri selingkuhannya atau sedang dalam perjalanan pulang.
“Ngapain sih selingkuh? Istri sudah cantik seperti Maria disia
-siakan seperti itu, sedang hamil
 pula!”
 Pikirku sambil menunggu mesin prin di depanku. Pada saat itu aku tersadar dan berpikir
“Benar! Si
a-sia sekali istri secantik itu dibiarkan begitu
 saja! Kukerjai saja dia sebagai ganti upah kerjaku yang tidak Suherman bayar.”
 Aku mulai memikirkan rencana untuk mengerjai istri Suherman, bosku sendiri. Aku tahu kalau  pintu yang memisahkan tempat kerjaku dan rumah utama telah macet dan tidak bisa dikunci. Aku bisa mengerjai istri bosku dengan bebas, aku hanya perlu berhati-hati saat melakukannya agar tidak ketahuan. Aku berusaha mendengarkan dari balik pintu suara tidur di rumah utama. Setelah yakin bahwa tak ada suara tanda-tanda aktivitas di dalam rumah utama, aku memberanikan diri untuk membuka pintu.

AGEN POKER TERPERCAYA - Pintu itu cukup didorong sedikit agar bisa terbuka karena kuncinya sudah rusak. Aku mendorongnya perlahan agar tidak menimbulkan suara keras. Satu desakan lembut, dan pintu tersebut terbuka. Aku mengintip sedikit memastikan bahwa istri Suherman tertidur pulas. Matanya tertutup, nafasnya teratur, saatnya bersenang-senang. Aku merangkak dan mendekat  perlahan-lahan dengan jantung berdetak keras dan nafas memburu. Rasa takut ketahuan dan terangsang bercampur, sungguh campuran perasaan yang menarik dan menyenangkan. Setelah dekat, aku memandang tubuh istri bosku dengan takjub. Kulit putih yang yang tampak sangat halus. Tubuh yang indah dengan wajah yang cantik ini telah membuat banyak pria ingin menidurinya. Perutnya membuncit karena dia sedang hamil lima bulan,
“Kejam sekali Suherman, istri sedang hamil dia malah selingkuh dengan perempuan lain.”
kataku dalam hati.
“Kalau Suherman tidak mau istrinya, sebaiknya untukku saja,”
 pikirku, lagipula aku selalu  penasaran dengan wanita hamil. Maria tidur dengan posisi membelakangiku dengan kaki terbuka. Baju dasternya yang berwarna  biru tua tersingkap hingga memperlihatkan kaki indahnya yang berwarna putih. Celana dalamnya

yang berwarna krem terlihat dengan jelas, aku yakin tindakanku ini benar-benar di luar dugaan mereka. Aku menyingkapkan daster Maria untuk melihat tubuhnya lebih banyak lagi. Terlihatlah seluruh pantat istri bosku di depan mataku. Pelan-pelan aku mengelusnya dari paha hingga ke pantatnya, agar Maria tidak terbangun. Aku sangat takut jika istri bosku tiba-tiba terbangun dan melihat perbuatanku padanya, aku akan berada dalam masalah besar. Aku menciumi pantat Maria dan terkadang menjilatnya sedikit. Saat aku sedang menikmati pantat istri bosku, tiba-tiba aku mendengar suara motor mendekat.

“Suherman pulang!”
 pikirku dengan panik. Aku merapikan daster Maria dan segera kembali ke ruangan tempat kerjaku. Mesin prin masih terus mengeprin buku yang seharusnya aku awasi. Setelah menanyakan pekerjaanku, Suherman dan Maria kembali melakukan rutinitasnya bertengkar di tengah malam. Keesokan paginya Suherman mengizinkan aku untuk pulang sebentar dan tidur dan tidur beberapa  jam. Siangnya aku ditelepon untuk datang lagi ke rumah Suherman dan meneruskan proses mengeprin buku. Tak lama kemudian, Suherman pergi dengan alasan akan pergi ke beberapa  penerbit.
“Padahal tak usah berbohong karena baik aku ataupun istri Suherman sudah mengetahui
Suherman akan pergi ke tempat seling
kuhannya.”
 pikirku dalam hati. Setelah pertengkaran yang cukup hebat dengan istrinya, pergilah Suherman dari rumah. Sekali lagi, seperti biasa, Suherman meninggalkan istrinya serumah dengan pria lain. Jam setengah sepuluh malam rumah sudah sepi, hanya suara mesin prin yang sedang bekerja.
“Saatnya aku beraksi”
 pikirku sambil menyiapkan kertas yang banyak di mesin prin. Aku mendorong pintu dan masuk ke kamar tidur Maria. Maria sedang tidur nyenyak dengan  pakaian yang tersingkap hingga mencapai dadanya.
“Wow!

POKER UANG ASLI

 Kemarin aku puas menciumi pantatnya, sekarang ke payudaranya ah!”
 pikirku. Aku menaikkan dasternya lebih tinggi lagi, hingga seluruh payudaranya terlihat. Aku meremasnya  perlahan dan menciuminya. Kemudian, aku tertarik untuk melihat puting payudaranya. Aku menarik BH Maria ke bawah perlahan-lahan. Aku takut Maria terbangun saat aku sedang melucuti  pakaiannya. Ternyata puting istri bosku sangatlah lucu, mirip dengan puting payudara anak-anak. Puting payudara Maria ukurannya kecil, berwarna coklat gelap, lingkaran sekelilingnya pun tidak  besar. Aku tidak tahan lagi, aku ingin menghisap payudaranya, walaupun aku takut Maria terbangun. Aku membuka mulutku dan bersiap menghisap puting coklat Maria. Mulutku menutup puting Maria berada dalam dalam bibirku.

Aku berhenti sebentar dan memperhatikan wajah istri bosku, takut Maria terbangun. Aroma puting  payudaranya sangat wangi, seperti wangi vanilla, kusadari dia sedang hamil dan payudaranya sedikit basah. Kemudian aku menghisapnya perlahan-lahan dan selembut mungkin. Beberapa lama aku menghisap puting payudara istri bosku yang wangi dan lezat. Aku mulai lupa diri dan ingin menusukkan penisku ke vagina Maria. Aku kemudian memposisikan tubuhku agar dapat menyetubuhi Maria. Walau aku takut dia terbangun, aku ingin mencoba terlebih dahulu. Aku menarik celana dalam Maria dari belakang dengan perlahan. Tak lama kemudian aku berhasil melihat belahan pantatnya. Kemudian diikuti dengan lubang pantatnya dan lubang vaginanya. Lubang pantat Maria berwarna coklat gelap, bergerak-gerak mengikuti irama nafas Maria, Kadang lubang tersebut berkedut-kedut beberapa kali, aku tidak tahu mengapa. Kemudian aku mulai memposisikan tubuhku untuk menyetubuhi Maria. Aku menempelkan kepala penisku ke vagina Maria untuk melihat reaksinya. Maria terlihat masih tidur dan belum terbangun sama sekali, tampaknya Maria kalau sudah tertidur sulit untuk bangun. Aku menjadi semakin berani untuk menyetubuhi Maria. Aku menekan penisku ke dalam vagina Maria lebih dalam dengan perlahan. Aku sempat merasakan sempitnya vagina Maria dan panas tubuhnya di sekeliling penisku.

POKER TERPERCAYA
- Namun, tiba-tiba Maria melenguh keras dan menutup kakinya hingga penisku tertarik keluar. Aku kaget setengah mati, kukira Maria akan terbangun dan memergokiku sedang menyetubuhinya. Penampilanku sekarangpun sudah tidak bisa disangkal dengan penis tegang keluar dari celana. Pakaian Maria-pun sedang dalam posisi hampir terbuka. Aku segera merapikan pakaian Maria dan pergi dari kamar tidurnya. Kemudian melanjutkan  pekerjaanku mengawasi mesin prin. Tak lama kemudian, Suherman pulang dan menanyakan  pekerjaanku. Aku mulai berpikir untuk mengerjai Maria dengan lebih cepat dan tidak perlahan-lahan. Terlalu  banyak waktu terbuang hanya untuk berhati-hati dan takut ketahuan. Suherman keburu pulang dan resiko ketahuan yang besar menjadi pikiranku selama beraksi. Kemudian aku mendapat ide untuk menggunakan obat tidur. Aku segera mencari di internet untuk membeli obat tidur. Setelah memesan, obat tidur tersebut datang tiga hari kemudian. Aku menyusun rencana untuk menggunakan obat tidur tersebut pada Maria.

Malamnya Suherman sedang pergi dan Maria sedang menonton televisi di ruang tamu. Kemudian aku segera membuat alasan untuk membuat kopi agar dapat masuk ke rumah utama. Begitu Maria lengah aku memasukkan obat tidur cair ke minumannya dan kedua anaknya yang masih kecil. Aku masuk kembali ke ruang kerjaku. Setelah kutunggu lama suara televisi masih menyala, namun tidak terdengar suara Maria ataupun anak-anaknya. Aku memberanikan diri untuk masuk dan membuka pintu dengan cara normal. Setelah aku masuk ternyata Maria dan kedua anaknya masih berada di ruang tamu. Maria tertidur di kursi dan anaknya tertidur di lantai masih memegang mainan yang sedang dimainkannya. Aku menggelengkan kepala, tidak percaya bahwa aku akan memperkosa wanita hamil yang sedang tidur. Aku kemudian menguji apakah istri bosku sudah sudah benar-benar tertidur atau belum.
AGEN POKER

“Teh Maria, teh Maria bangun”
 kataku sambil menepuk dan menggoyangkan tubuhnya. Maria tidak juga bangun dan masih tertidur pulas. Untuk meyakinkan aku meremas payudaranya  perlahan, kemudian aku meremasnya dengan keras untuk melihat reaksinya. Ternyata Maria tidak  juga terbangun, nampaknya obat tidur tersebut benar-benar berfungsi dengan baik. Kemudian aku menyeret tubuh istri bosku ke kamar tidurnya. Aku tak punya banyak waktu karena Suherman akan segera pulang dan aku tak ingin dia memergokiku sedang memperkosa istrinya. Aku cepat-cepat membuka bajunya dan bajuku sendiri. Kuciumi seluruh badannya dengan penuh nafsu, karena aku tahu kini apapun yang kuperbuat Maria takkan terbangun.

 Kuposisikan tubuh Maria dengan posisi terlentang hingga aku bebas menjamah seluruh tubuhnya. Perutnya yang sedang hamil tampak membusung ke atas. Kemudian aku menghisap puting  payudaranya, tidak seperti beberapa hari lalu, malam ini aku menghisapnya dengan keras. Kuremas payudara Maria yang satu lagi, satu kuremas, satu kuhisap terkadang bergantian. Setelah  beberapa lama, kurasakan tanganku basah di payudara Maria, dan hanya ada satu penjelasan, ini air susu Maria. Setelah terpana sebentar, aku mulai menjilati air susunya. Ternyata rasanya cukup enak dan wangi. Aku masih belum puas merasakan air susu Maria dan masih ingin terus meminumnya. Aku menghisap air susu Maria dari puting payudara, kuremas kemudian setelah susunya keluar aku hisap hingga habis, terus seperti itu. Setelah beberapa saat aku tahu teknik untuk mengeluarkan air susunya tanpa harus meremasnya dengan tangan. Setelah aku merasa enek, enek karena air susu yang seharusnya untuk bayi, lucu sekali. Karena aku merasa sudah cukup puas dengan payudaranya, aku ingin melakukan hal yang lain. Aku melihat bibir Maria yang indah dan jadi sangat ingin menciumnya. Aku mendekatkan wajah dan mencium bibirnya. Rasa mulut Maria jujur saja rasa mi instan, sepertinya di baru makan mi instan. Aku mengeluarkan penisku dan mendekatkannya ke wajah Maria. Setelah menggosokkannya ke  bibir Maria, aku menekan penisku ke dalam mulut Maria. Setelah memasuki mulut Maria aku mulai menggerakkan penisku keluar masuk. Mulut Maria dipenuhi penisku dan becek karena liurku. Kemudian Maria bergerak secara reflek berusaha mengeluarkan penisku dari mulutnya.
“Sayang sekali…” pikirku dalam hati.

 Aku mengganti tergetku pada vaginanya, yang belum kusentuh dari tadi. Aku membuka kedua kaki Maria hingga posisinya kini mengangkang, siap dimasuki penisku. Aku tidak ingin melakukannya dengan pelan, aku ingin melakukannya dengan keras dan kasar, toh Maria takkan terbangun kali ini. Kugosokkan penisku di bibir lubang vagina Maria agar tak meleset saat kumasukkan. Setelah letaknya tepat aku segera bersiap untuk memasukkan penisku ke vagina Maria. Dengan satu hentakan keras, BLESSS aku menusukkan penisku ke dalam vagina Maria sekuat tenaga. Maria tetap diam saja, hanya ekspresi wajahnya yang sedikit mengerut. Aku mendiamkan sebentar penisku di dalam vagina Maria, mencoba meresapi panas tubuhnya dan gerakan di dalam vaginanya. Vagina Maria seakan bernapas dengan jepitan yang mengeras dan mengendur di sekeliling penisku. Penisku mulai kukeluarkan dan kuhentakkan kembali dengan keras. Aku melakukannya beberapa kali karena setiap kali melakukannya vagina Maria berkedut-kedut di bagian dalam. Setelah melihat jam, ternyata sudah lewat setengah jam sejak aku mulai bermain dengan tubuh Maria. Aku mulai menggenjot badan Maria dengan cepat dan kuat. PLOK PLOK PLOK PLOK

suara paha kami saat bertemu karena genjotanku. Sambil terus kugenjot, aku menciumi seluruh  permukaan tubuhnya. Lenguhan-lenguhan kecil keluar dari bibirnya yang indah. Payudara dan seluruh dadanya kujilati, kuremas, dan kuhisap dengan rakus. Perutnya yang membusung kupeluk dan kuciumi pula, aku ingin merasakan dengan jelas kalau aku sedang memperkosa wanita hamil dan berjilbab pula. Sekarang yang membuatku bingung adalah apakah aku harus mengeluarkan maniku di luar atau di dalam. Setelah hampir setengah jam menggenjot tubuh Maria, aku merasakan maniku sudah siap keluar. Pada saat merasakan sudah mencapai puncaknya, aku memutuskan untuk mengeluarkan maniku di dalam vagina Maria. Kutekan keras penisku ke dalam vagina Maria agar maniku keluar di tempat paling dalam di tubuh Maria. CROT CROT CROT maniku akhirnya keluar di dalam vagina Maria. Aku dapat merasakan maniku keluar dan membanjiri vagina Maria.

“Oh, oh, oh yeah,”
 kataku tak kuasa menahan nikmat orgasme yang membuat seluruh tubuhku menegang. Setelah kulepaskan penisku dari vagina Maria, air maniku sedikit menetes dari vaginanya. Aku  berpikir,
“Bagaimana dengan bayi di dalam rahimnya ya?”
 karena aku baru saja memasukkan sperma dalam jumlah besar. Aku pernah mendengar kalau seorang wanita akan keguguran kalau diperkosa pada saat mengandung. Tapi kemudian aku berpikir lagi,
“Memang aku peduli? Aku rasa tidak! Lebih baik aku teruskan, karena bagaimanapun sudah terlambat menyesal sekarang.”

 Setelah tenagaku pulih, aku siap untuk bermain dengan tubuh Maria minimal satu kali lagi. Tubuh Maria kuposisikan agar menungging, karena aku ingin memperkosanya dari belakang. Kunaikkan  pantatnya ke atas dan menciumi pantatnya. Pada saat sedang asyik menciumi, aku melibat lubang anusnya. Aku terpana dengan gerakannya yang seakan mengundangku untuk melakukan anal seks padanya. Namun, aku terpaksa harus menolak, karena jika ketahuan ada bekas anal seks, mereka akan curiga. Kumasukkan sekali lagi penisku ke dalam vagina Maria dari belakang. Setelah posisiku mantap, aku genjot vagina Maria dengan cepat dan kuat. Kini tak hanya terdengar suara paha saja yang terdengar. Kini, suaranya terdengar lebih becek karena banyaknya cairan dalam vagina Maria. Setelah puas dengan posisi menungging, kuangkat tubuh Maria hingga dia berada dalam posisi mendudukiku. Aku harus terus menahan tubuh Maria agar tak terjatuh. Posisi duduk membuat

ukuran perut Maria yang sedang hamil terlihat dengan jelas. Sambil terus merabai tubuhnya dari  belakang, aku terus menggenjot tubuh Maria. Perut dan payudara Maria bergoncang mengikuti gerakan genjotanku. Remasanku pada payudara Maria semakin keras hingga air susunya memercik ke kasur. Namun, posisi duduk cukup membuat  pegal karena aku harus menahan berat tubuh Maria. Aku mengganti posisi agar aku dapat kembali menikmati tubuh Maria dengan nyaman. Kurebahkan tubuh Maria dengan posisi menyamping dan aku di belakangnya. Kuangkat kaki Maria yang kanan dan menyelipkan kaki kananku di antara kaki Maria. Kemudian, kumasukkan  penisku kembali ke vagina Maria yang sudah becek karena cairan dari vaginanya. Kulanjutkan genjotanku pada Maria, sambil menciumi seluruh tubuhnya. Tanganku meremas  payudaranya yang indah dengan keras. Puting payudara Maria kupuntir dan kucubit sepuasnya. Setelah beberapa saat aku mulai mencapai puncak kenikmatanku. Aku angkat kaki Maria agar aku dapat menggenjot vaginanya dengan kecepatan maksimal. Dengan posisi berlutut aku menggenjot vagina Maria dengan kencang. Kuangkat bagian bawah tubuh Maria agar mani yang kukeluarkan langsung masuk dan tak tumpah kemana-mana. Saat mencapai orgasme aku tak kuasa menahan getaran tubuhku.

“Oh! Ah! Oh!”
 aku melenguh karena kenikmatan orgasme yang menguasai tubuhku. Setelah kucabut penisku, aku tetap mengangkat bagian bawah tubuh Maria agar air maniku tidak keluar dari vagina Maria. Setelah beberapa saat, aku membersihkan tubuh Maria yang penuh air liurku menggunakan kain lapel. Kubersihkan vagina Maria dari air mani yang menetes.

Kurapikan pakaian Maria dan kuposisikan seperti orang yang tidur. Kubaringkan kedua anak Maria di tempat tidurnya. Kemudian aku kembali mengawasi mesin prin yang ternyata kehabisan kertas. Jam setengah satu Suherman pulang ke rumah dan menanyakan  pekerjaanku. Perbedaannya malam itu tak ada pertengkaran karena Maria masih tidur dan Suherman tidak menyadari apa yang kulakukan pada istrinya. Kini dengan berbekal obat bius, setiap aku menginap di rumah Suherman aku selalu memperkosa Maria. Maria dan Suherman tidak pernah menyadarinya atau tidak perduli aku tidak tahu. Pernah  beberapa kali aku memperkosa Maria saat Suherman sedang tidur di sampingnya.

Tentu saja aku harus keluar sebelum ada masalah yang terjadi yang menyebabkanku masuk penjara. Karena memperkosa istri bosku sudah mulai membosankan dan tidak menarik lagi, aku memutuskan keluar dari tempat kerja Suherman. Aku keluar dari tempat kerja Suherman karena aku sudah muak kerja tanpa dibayar oleh Suherman. Beberapa bulan kemudian aku mendengar kabar bahwa istri Suherman telah melahirkan. Saat aku berkunjung ke rumah Suherman, aku melihat bayi yang tadinya berada dalam kandungan istri bosku. Anak Maria ternyata sangat lucu dan sehat tanpa ada cacat sama sekali. Ternyata pemerkosaan yang kulakukan pada istri bosku sama sekali tidak berpengaruh pada rahim Maria dan kandungannya. Sekarang aku keluar untuk selamanya dari tempat kerja Suherman karena bosan, sudah tidak ada lagi yang bisa kulakukan di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar