Rabu, 13 Desember 2017

KU MERINTIH KE ENAKAN KETIKA MEMEK KU DI JILAT PACAR KU

BBM :DE160B54
SMS :+85581964071
WHATSAPP:+85581964071


Untuk info lebih lanjut, anda dapat menghubungi operator kami yang bertugas 24/7 via livechat atau BBM yang tertera pada website Lexuspoker.net
-BONUS NEW MEMBER
-BONUS ROLINGAN 0.5%
-BONUS KAGET
-BONUS REFERAL 10%-20%
-BONUS JACKPOT 10%
-BONUS CASH BACK BULANAN



AGEN POKER


POKER UANG ASLI - Nama saya LUNA(samaran), dan saya adalah mahasiswa semester 5 di salah satu universitas swasta ternama di bilangan Jakarta Pusat , dan apa yang akan saya ceritakan disini adalah kisah yang terjadi sekitar beberapa tahun yang lalu.
Hari Rabu adalah hari yang paling melelahkan bagiku ketika semester 5, bagaimana tidak, hari itu aku ada 3 mata kuliah, 2 yang pertama mulai jam 9 sampai jam 3 dan yang terakhir mulai jam 5 sampai jam 7 malam, belum lagi kalau ada tugas bisa lebih lama deh. Ketika itu aku baru menyerahkan tugas diskusi kelompok sekitar jam 7 lebih. Waktu aku dan teman sekelompokku, si Dimas selesai, di kelas masih tersisa enam orang dan Pak Didi, sang dosen.
“Bareng yuk jalannya, parkir dimana Citra ?” ajak Dimas
“Jauh nih, di deket psikologi, rada telat sih tadi” Dimas pulang berjalan kaki karena kostnya sangat dekat dengan kampus.

AGEN POKER TERPERCAYA - Sebenarnya kalau menemaniku dia harus memutar agak jauh dari jalan keluar yang menuju ke kostnya, mungkin dia ingin memperlihatkan naluri prianya dengan menemaniku ke tempat parkir yang kurang penerangan itu. Dia adalah teman seangkatanku dan pernah terlibat one night stand denganku. Orangnya sih lumayan cakep dengan rambut agak gondrong dan selalu memakai pakaian bermerek ke kampus, juga terkenal sebagai buaya kampus. Malam itu hanya tinggal beberapa kendaraan saja di tempat parkir itu. Terdengar bunyi sirine pendek saat kutekan remote mobilku.
Akupun membuka pintu mobil dan berpamitan padanya. Ketika aku menutup pintu, tiba-tiba aku dikejutkan oleh Dimas yang membuka pintu sebelah dan ikut masuk ke mobilku.
“Eeii… mau ngapain kamu ?” tanyaku sambil meronta karena Dimas mencoba mendekapku.
“Ayo dong Citra, kita kan sudah lama nggak melakukan hubungan badan nih, saya kangen sama vagina kamu nih” katanya sambil menangkap tanganku.
“Ihh… nggak mau ah, saya capek nih, lagian kita masih di tempat parkir gila !” tolakku sambil berusaha lepas.
Karena kalah tenaga dia makin mendesakku hingga mepet ke pintu mobil dan tangan satunya berhasil meraih payudaraku lalu meremasnya.
“Dimas… jangan… nggak mmhhh!” dipotongnya kata-kataku dengan melumat bibirku.
Jantungku berdetak makin kencang, apalagi Dimas menyingkap kaos hitam ketatku yang tak berlengan dan tangannya mulai menelusup ke balik BH- ku. Nafsuku terpancing, berangsur- angsur rontaanku pun melemah.

AGEN POKER Rangsangannya dengan menjilat dan menggigit pelan bibir bawahku memaksaku membuka mulut sehingga lidahnya langsung menerobos masuk dan menyapu telak rongga mulutku, mau tidak mau lidahku juga ikut bermain dengan lidahnya. Nafasku makin memburu ketika dia menurunkan cup BH ku dan mulai memilin-milin putingku yang kemerahan. Teringat kembali ketika aku ML dengannya di kostnya dulu. Kini aku mulai menerima perlakuannya, tanganku kulingkarkan pada lehernya dan membalas ciumannya dengan penuh gairah.
Kira-kira setelah lima menitan kami ber-French kiss, dia melepaskan mulutnya dan mengangkat kakiku dari jok kemudi membuat posisi tubuhku memanjang ke jok sebelah. Hari itu aku memakai bawahan berupa rok dari bahan jeans 5 cm diatas lutut, jadi begitu dia membuka kakiku, langsung terlihat olehnya pahaku yang putih mulus dan celana dalam pink-ku. “Kamu tambah nafsuin aja Citra, saya sudah tegangan tinggi nih” katanya sambil menaruh tangannya dipahaku dan mulai mengelusnya. Ketika elusannya sampai di pangkal paha, diremasnya daerah itu dari luar celana dalamku sehingga aku merintih dan menggeliat. Reaksiku membuat Dimas makin bernafsu, jari-jarinya mulai menyusup ke pinggiran celana dalamku dan bergerak seperti ular di permukaannya yang berbulu.

Mataku terpedam sambil mendesah nikmat saat jarinya menyentuh klistorisku. Kemudian gigitan pelan pada pahaku, aku membuka mata dan melihatnya menundukkan badan menciumi pahaku. Jilatan itu terus merambat dan semakin jelas tujuannya, pangkal pahaku. Dia makin mendekatkan wajahnya ke sana sambil menaikkan sedikit demi sedikit rokku. Dan… oohh… rasanya seperti tersengat waktu lidahnya menyentuh bibir vaginaku, tangan kanannya menahan celana dalamku yang disibakkan ke samping sementara tangan kirinya menjelajahi payudaraku yang telah terbuka. Aku telah lepas kontrol, yang bisa kulakukan hanya mendesah dan menggeliat, lupa bahwa ini tempat yang kurang tepat, goyangan mobil ini pasti terlihat oleh orang di luar sana.
Namun nafsu membuat kami terlambat menyadari semuanya. Di tengah gelombang birahi ini, tiba- tiba kami dikejutkan oleh sorotan senter beserta gedoran pada jendela di belakangku. Bukan main terkejutnya aku ketika menengok ke belakang dan melihat dua orang satpam sampai kepalaku kejeduk jendela, begitu juga Dimas, dia langsung tersentak bangun dari selangkanganku. Satu dari mereka menggedor lagi dan menyuruh kami turun dari mobil. Tadinya aku mau kabur, tapi sepertinya sudah tidak keburu, lagian takutnya kalau mereka mengejar dan memanggil yang lain akan semakin terbongkar skandal ini, maka kamipun memilih turun membicarakan masalah ini baik- baik dengan mereka setelah buru-buru kurapikan kembali pakaianku.
Mereka menuduh kami melakukan perbuatan mesum di areal kampus dan harus dilaporkan. Tentu saja kami tidak menginginkan hal itu terjadi sehingga terjadi perdebatan dan tawar-menawar di antara kami. Kemudian yang agak gemuk dan berkumis membisikkan sesuatu pada temannya, entah apa yang dibisikkan lalu keduanya mulai cengengesan melihat ke arahku. Temannya yang tinggi dan berumur 40- an itu lalu berkata,
“Gini saja, bagaimana kalau kita pinjam sebentar cewek kamu buat biaya tutup mulut ?” Huh, dasar pikirku semua laki-laki sama saja pikirannya tak jauh dari selangkangan.
Rupanya dalam hal ini Dimas cukup gentleman juga, walaupun dia bukan pacarku, tapi dia tetap membelaku dengan menawarkan sejumlah uang dan berbicara agak keras pada mereka. Di tengah situasi yang mulai memanas itu akupun maju memegangi tangan Dimas yang sudah terkepal kencang.


POKER UANG ASLI









“Sudahlah Mas, nggak usah buang-buang duit sama tenaga, biar saya saja yang beresin” kataku “Ok, bapak-bapak saya turuti kemauan kalian tapi sesudahnya jangan coba ungkit-ungkit lagi masalah ini !” Walaupun Dimas keberatan dengan keputusanku, namun dia mau tidak mau menyerah juga.
Aku sendiri meskipun kesal tapi juga menginginkannya untuk menuntaskan libidoku yang tanggung tadi, lagipula bermain dengan orang- orang seperti mereka bukan pertama kalinya bagiku. Singkat cerita kamipun digiring mereka ke gedung psikologi yang sudah sepi dan gelap, di ujung koridor kami disuruh masuk ke suatu ruangan yang adalah toilet pria.
Salah seorang menekan sakelar hingga lampu menyala, cukup bersih juga dibanding toilet pria di fakultas lainnya pikirku.
“Nah, sekarang kamu berdiri di pojok sana, perhatiin baik-baik kita ngerjain cewek kamu !” perintah yang tinggi itu pada Dimas.AGEN POKER TERPERCAYA
Di sudut lain mereka berdiri di sebelah kanan dan kiriku menatapi tubuhku dalam pakaian ketat itu. Sorot mata mereka membuatku nervous dan jantungku berdetak lebih cepat, kakiku serasa lemas bak kehilangan pijakan sehingga aku menyandarkan punggungku ke tembok. Kini aku dapat melihat nama-nama mereka yang tertera di atas kantong dadanya. Yang tinggi dan berusia sekitar pertengahan 40 itu namanya Egy, dan temannya yang berkumis itu bernama Romli. Pak Egy mengelusi pipiku sambil menyeringai mesum.
“Hehehe… cantik, mulus… wah beruntung banget kita malam ini !” katanya
“Kenalan dulu dong non, namanya siapa sih ?” tanya Pak Romli sambil menyalami tanganku dan membelainya dari telapak hingga pangkalnya, otomatis bulu- buluku merinding dan darahku berdesir dielus seperti itu.
“Citra” jawabku dengan agak bergetar.
“Wah Citra yah, nama yang indah kaya orangnya, pasti dalemnya juga indah” Pak Egy menimpali dan disambut gelak tawa mereka.
“Non Citra coba sun saya dong, boleh kan ?” pinta Pak Romli memajukan wajahnya Aku tahu itu bukan permintaan tapi keharusan, maka kuberikan satu kecupan pada wajahnya yang tidak tampan itu.

“Ahh…non Citra ini di mobil lebih berani masak di sini cuma ngecup aja sih, gini dong harusnya” Kata Pak Egy seraya menarik wajahku dan melumat bibirku.
Aku memejamkan mata mencoba meresapinya, dia makin ganas menciumiku ditambah lagi tangannya sudah mulai meremas-remas payudaraku dari luar. Lidahnya masuk bertemu lidahku, saling menjilat dan berpilin, bara birahi yang sempat padam kini mulai terbakar lagi, bahkan lebih dahsyat daripada sebelumnya. Aku makin berani dan memeluk Pak Egy, rambutnya kuremas sehingga topi satpamnya terjatuh. Sementara dibawah sana kurasakan sebuah tangan yang kasar meraba pahaku. Aku membuka mata dan melihatnya, disana Pak Romli mulai menyingkap rokku dan merabai pahaku. Pak Egy melepas ciumannya dan beralih ke sasaran berikutnya, dadaku.
Kaos ketatku disingkapnya sehingga terlihatlah buah dadaku yang masih terbungkus BH pink, itupun juga langsung diturunkan. “Wow teteknya montok banget non, putih lagi” komentarnya sambil meremas payudara kananku yang pas di tangannya. Pak Romli juga langsung kesengsem dengan payudaraku, dengan gemas dia melumat yang kiri. Mereka kini semakin liar menggerayangiku. Putingku makin mengeras karena terus dipencet-pencet dan dipelintir Pak Egy sambil mencupangi leher jenjangku, dia melakukannya cukup lembut dibandingkan Pak Romli yang memperlakukan payudara kiriku dengan kasar, dia menyedot kuat-kuat dan kadang disertai gigitan sehingga aku sering merintih kalau gigitannya keras. Namun perpaduan antara kasar dan lembut ini justru menimbulkan sensasi yang khas.AGEN JUDI TERPERCAYA

Tak kusadari rokku sudah terangkat sehingga angin malam menerpa kulit pahaku, celana dalamku pun tersingkap dengan jelas. Pak Romli menyelipkan tangannya ke balik celana dalamku sehingga celana dalamku kelihatan menggembung. Tangan Pak Egy yang lainnya mengelusi belakang pahaku hingga pantatku. Nafasku makin memburu, aku hanya memejamkan mata dan mengeluarkan desahan-desahan menggoda. Aku merasakan vaginaku semakin basah saja karena gesekan- gesekan dari jari Pak Romli, bahkan suatu ketika aku sempat tersentak pelan ketika dua jarinya menemukan lalu mencubit pelan biji klitorisku. Reaksiku ini membuat mereka semakin bergairah. Pak Romli meraih tangan kiriku dan menuntunnya ke penisnya yang entah kapan dia keluarkan.
“Waw…keras banget, mana diamaternya lebar lagi” kataku dalam hati “bisa mati orgasme nih saya” Aku mengocoknya perlahan sesuai perintahnya, semakin kukocok benda itu makin membengkak saja.
Pak Romli menarik tangannya keluar dari celana dalamku, jari-jarinya basah oleh cairan vaginaku yang langsung dijilatinya seperti menjilat madu. Kemudian aku disuruh berdiri menghadap tembok dan menunggingkan pantatku pada mereka, kusandarkan kedua tanganku di tembok untuk menyangga tubuhku.
“Asyik nih, malam ini kita bisa ngerasain pantat si non yang putih mulus ini” celoteh Pak Romli sambil meremasi bongkahan pantatku yang sekal.
Aku menoleh ke belakang melihat dia mulai menurunkan celana dalamku, disuruhnya aku mengangkat kaki kiri agar bisa meloloskan celana dalam. Akhirnya pantatku yang sudah telanjang menungging dengan celana dalamku masih menggantung di kaki kanan.
“Pak masukin sekarang dong” pintaku yang sudah tidak sabar marasakan batang-batang besar itu menjejali vaginaku. “Sabar non, bentar lagi, bapak suka banget nih sama vagina non, wangi sih !” kata Pak Romli yang sedang menjilati vaginaku yang terawat baik.
Pak Usep mendorong penisnya pada vaginaku, walaupun sudah becek oleh lendirku dan ludahnya, aku masih merasa nyeri karena penisnya yang tebal tidak sebanding ukurannya dengan liang senggamaku. Aku merintih kesakitan merasakan penis itu melesak hingga amblas seluruhnya. Tanpa memberiku waktu beradaptasi, dia langsung menyodok-nyodokkan penisnya dengan kecepatan yang semakin lama semakin tinggi.
Pak Egy sejak posisiku ditunggingkan masih betah berjongkok diantara tembok dan tubuhku sambil mengenyot dan meremas payudaraku yang tergantung persis anak sapi yang sedang menyusu dari induknya. Pak Romli terus menggenjotku dari belakang sambil sesekali tangannya menampar pantatku dan meninggalkan bercak merah di kulitnya yang putih. Genjotannya semakin mambawaku ke puncak birahi hingga akupun tak dapat menahan erangan panjang yang bersamaan dengan mengejangnya tubuhku. Tak sampai lima menit dia pun mulai menyusul, penisnya yang terasa makin besar dan berdenyut-denyut menggesek makin cepat pada vaginaku yang sudah licin oleh cairan orgasme.

“Ooohh… oohh… di dalam yah non… sudah mau nih” bujuknya dengan terus mendesah
“Ahh… iyahh… di dalam aja… ahh” jawabku terengah-engah di tengah sisa-sisa orgasme panjang barusan.
Akhirnya diiringi erangan nikmat dia hentikan genjotannya dengan penis menancap hingga pangkalnya pada vaginaku, tangannya meremas erat-erat pinggulku. Terasa olehku cairan hangat itu mengalir memenuhi rahimku, dia baru melepaskannya setelah semprotannya selesai. Tubuhku mungkin sudah ambruk kalau saja mereka tidak menyangganya kuhimpun kembali tenaga dan nafasku yang tercerai-berai. Setelah mereka melepaskan pegangannya, aku langsung bersandar pada tembok dan merosot hingga terduduk di lantai. Kuseka dahiku yang berkeringat dan menghimpun kembali tenaga dan nafasku yang tercerai- berai, kedua pahaku mengangkang dan vaginaku belepotan cairan putih seperti susu kental manis.
“Hehehe…liat nih, air sperma saya ada di dalam vagina wanita kamu” kata Pak Romli pada Dimas sambil membentangkan bibir vaginaku dengan jarinya, seolah ingin memamerkan cairan spermanya pada Dimas yang mereka kira pacarku.
Opps…omong-omong tentang Dimas, aku hampir saja melupakannya karena terlalu sibuk melayani kedua satpam ini, ternyata sejak tadi dia menikmati liveshow ini di sudut ruangan sambil mengocok-ngocok penisnya sendiri. Kasihan juga dia pikirku cuma bisa melihat tapi tidak boleh menikmati, dasar buaya sih, begitu pikirku. Sekarang, Pak Romli menarik rambutku dan menyuruhku berlutut dan membersihkan penisnya, Pak Egy yang sudah membuka celananya juga berdiri di sebelahku menyuruhku mengocok penisnya.

Hhmmm…nikmat sekali rasanya menjilati penisnya yang berlumuran cairan kewanitaanku yang bercampur dengan sperma itu, kusapukan lidahku ke seluruh permukaannya hingga bersih mengkilap, setelah itu juga kuemut-emut daerah helmnya sambil tetap mengocok milik Pak Egy dengan tanganku. Aku melirik ke atas melihat reaksinya yang menggeram nikmat waktu kugelikitik lubang kencingnya dengan lidahku.
“Hei, sudah dong saya juga mau disepongin sama si non ini” potong Pak Egy ketika aku masih asyik memain- mainkan penis Pak Romli.
Pak Egy meraih kepalaku dan dibawanya ke penisnya yang langsung dijejali ke mulutku. Miliknya memang tidak sebesar Pak Romli, tapi aku suka dengan bentuknya lebih berurat dan lebih keras, ukurannya pun pas dimulutku yang mungil karena tidak setebal Pak Romli, tapi tetap saja tidak bisa masuk seluruhnya ke mulut karena cukup panjang. Aku mengeluarkan segala teknik menyepongku mulai dari mengulumnya hingga mengisap kuat- kuat sampai orangnya bergetar hebat dan menekan kepalaku lebih dalam lagi. Waktu sedang enak-enak menyepong, tiba- tiba Dimas mengerang, memancingku menggerakkan mata padanya yang sedang orgasme swalayan, spermanya muncrat berceceran di lantai.

Pasti dia sudah horny banget melihat adegan-adegan panasku. Merasa cukup dengan pelayanan mulutku, Pak Egy mengangkat tubuhku hingga berdiri, lalu dihimpitnya tubuhku ke tembok dengan tubuhnya, kaki kananku diangkat sampai ke pinggangnya. Dari bawah aku merasakan penisnya melesak ke dalamku, maka mulailah dia mengaduk- aduk vaginaku dalam posisi berdiri.
Berulang-ulang benda itu keluar-masuk pada vaginaku, yang paling kusuka adalah saat-saat ketika hentakan tubuh kami berlawanan arah, sehingga penisnya menghujam vaginaku lebih dalam, apalagi kalau dengan tenaga penuh, kalau sudah begitu wuihh… seperti terbang ke surga tingkat tujuh rasanya, aku hanya bisa mengekspresikannya dengan menjerit sejadi-jadinya dan mempererat pelukanku, untung gedung ini sudah kosong, kalau tidak bisa berabe nih. Sementara mulutnya terus melumat leher, mulut, dan telingaku, tanganya juga menjelajahi payudara, pantat, dan pahaku.
Gelombang orgasme kini mulai melandaku lagi, terasa sekali darahku bergolak, akupun kembali menggelinjang dalam pelukannya. Saat itu dia sedang melumat bibirku sehingga yang keluar dari mulutku hanya erangan- erangan tertahan, air ludah belepotan di sekitar mulut kami. Di sudut lain aku melihat Pak Romli sedang beristirahat sambil merokok dan mengobrol dengan Dimas. Pak Egy demikian bersemangatnya menyetubuhiku, bahkan ketika aku orgasmepun dia bukannya berhenti atau paling tidak memberiku istirahat tapi malah makin kencang. Kakiku yang satu diangkatnya sehingga aku tidak lagi berpijak di tanah disangga kedua tangan kekar itu.

Tusukan-tusukannya terasa makin dalam saja membuat tubuhku makin tertekan ke tembok. Sungguh kagum aku dibuatnya karena dia masih mampu menggenjotku selama hampir setengah jam bahkan dengan intensitas genjotan yang stabil dan belum menunjukkan tanda-tanda akan klimaks. Sesaat kemudian dia menghentikan genjotannya, dengan penis tetap menancap di vaginaku, dia bawa tubuhku yang masih digendongnya ke arah kloset. Disana barulah dia turunkan aku, lalu dia sendiri duduk di atas tutup kloset.
“Huh…capek non, ayo sekarang gantian non yang goyang dong” perintahnya Akupun dengan senang hati menurutinya, dalam posisi seperti ini aku dapat lebih mendominasi permainan dengan goyangan-goyangan mautku.
Tanpa disuruh lagi aku menurunkan pantatku di pangkuannya, kuraih penis yang sudah licin itu dan kutuntun memasuki vaginaku. Setelah menduduki penisnya, aku terlebih dahulu melepaskan baju dan bra-ku yang masih menggantung supaya lebih lega, soalnya badanku sudah panas dan bemandikan keringat, yang masih tersisa di tubuhku hanya rokku yang sudah tersingkap hingga pinggang dan sepasang sepatu hak di kakiku. Aku menggoyangkan tubuhku dengan gencar dengan gerakan naik- turun, sesekali aku melakukan gerakan meliuk sehingga Pak Egy mengerang karena penisnya terasa diplintir.

Kedua tangannya meremasi payudaraku dari belakang, mulutnya juga aktif mencupangi pundak dan leherku. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh tangan besar yang menjambak rambutku dan mendongakkan wajahku ke atas. Dari atas wajah Pak Romli mendekat dan langsung melumat bibirku. Dimas yang sudah tidah bercelana juga mendekatiku, sepertinya dia sudah mendapat ijin untuk bergabung, dia menarik tanganku dan menggenggamkannya pada batang penisnya.
“Mmpphh… mmmhh !” desahku ditengah keroyokan ketiga orang itu. Toilet yang sempit itu menjadi penuh sesak sehingga udara terasa makin panas dan pengap.
“Ayo dong Citra… emut, sepongan kamu kan mantep banget” Dimas menyodorkan penisnya kemulutku yang langsung kusambut dengan kuluman dan jilatanku, aku merasakan aroma sperma pada benda itu, lidahku terus menjelajah ke kepala penisnya dimana masih tersisa sedikit cairan itu, kupakai ujung lidah untuk menyeruput cairan yang tertinggal di lubang kencingnya.
Ini tentu saja membuat Dimas blingsatan sambil meremas-remas rambutku. Aku melakukannya sambil terus bergoyang di pangkuan Pak Egy dan mengocok penisnya Pak Romli, sibuk sekali aku dibuatnya. Sesaat kemudian penisnya makin membesar dan berdenyuk-denyut, lalu dia menepuk punggungku dan menyuruhku turun dari pangkuannya. Benar juga dugaanku, ternyata dia ingin melepaskan maninya di mulutku. Sekarang dengan posisi berlutut aku memainkan lidahku pada penisnya, dia mulai merem-melek dan menggumam tak jelas. Seseorang menarik pinggangku dari belakang membuat posisiku merangkak, aku tidak tahu siapa karena kepalaku dipegangi Pak Egy sehingga tidak bisa menengok belakang.
Orang itu mendorongkan penisnya ke vaginaku dan mulai menggoyangnya perlahan. Kalau dirasakan dari ukurannya sih sepertinya si Dimas karena yang ini ukurannya pas dan tidak menyesakkan seperti milik Pak Romli. Ketika sedang enak-enaknya menikmati genjotan Dimas penis di mulutku mulai bergetar...

“Aahhkk… saya mau keluar… non” Pak Egy kelabakan sambil menjambaki rambutku dan creett…creett, beberapa kali semprotan menerpa menerpa langit- langit mulutku, sebagian masuk ke tenggorokan, sebagian lainnya meleleh di pinggir bibirku karena banyaknya sehingga aku tak sanggup menampungnya lagi.
Aku terus menghisapnya kuat-kuat membuatnya berkelejotan dan mendesah tak karuan, sesudah semprotannya berhenti aku melepaskannya dan menjilati cairan yang masih tersisa di batangnya. Dengan klimaksnya Pak Egy, aku bisa lebih berkonsentrasi pada serangan Dimas yang semakin mengganas. Tangannya merayap ke bawah menggerayangi payudaraku. Dimas sangat pandai mengkombinasikan serangan halus dan keras, sehingga aku dibuatnya melayang-layang. Gelombang orgasme sudah diambang batas, aku merasa sudah mau sampai, namun Dimas menyuruhku bertahan sebentar agar bisa keluar bersama.

Sampai akhirnya dia meremas pantatku erat- erat dan memberitahuku akan segera keluar, perasaan yang kutahan-tahan itu pun kucurahkan juga. Kami orgasme bersamaan dan dia menumpahkannya di dalamku. Vaginaku serasa banjir oleh cairannya yang hangat dan kental itu, sperma yang tidak tertampung meleleh keluar di daerah selangakanganku. Aku langsung terkulai lemas di lantai dengan tubuh bersimbah peluh, untung lantainya kering sehingga tidak begitu jorok untuk berbaring di sana. Vaginaku rasanya panas sekali setelah bergesekan selama itu, dengan 3 macam penis lagi.
Lututku juga terasa pegal karena dari tadi bertumpu di lantai. Setelah merasa cukup tenaga, aku berusaha bangkit dibantu Dimas. Dengan langkah gontai aku menuju wastafel untuk membasuh wajahku, lalu kuambil sisir dari tasku untuk membetulkan rambutku yang sudah kusut. Aku memunguti pakaianku yang berserakan dan memakainya kembali. Kami bersiap meninggalkan tempat itu.

“Lain kali kalau melakukan hubungan badan hati-hati, kalau ketangkap kan harus bagi-bagi” begitu kata Pak Egy sebagai salam perpisahan disertai tepukan pada pantatku.
“Citra… Citra… sori dong, kamu marah ya !” kata Dimas yang mengikutiku dari belakang dalam perjalananku menuju tempat parkir.
Dengan cueknya aku terus berjalan dan menepis tangannya ketika menangkap lenganku, dia jadi tambah bingung dan memohon terus. Setelah membuka pintu mobil barulah aku membalikkan badanku dan memberi sebuah kecupan di pipinya seraya berkata
“Saya nggak marah kok, malah enjoy banget, lain kali kita coba yang lebih gila yah, see you, good night” Dimas hanya bisa terbengong di tengah lapangan parkir itu menyaksikan mobilku yang makin menjauh darinya.

Minggu, 10 Desember 2017

KU PERKOSA DAN JILAT MEMEK PEMBANTU KU SAMPAI CROTTT


YM :CS_LEXUSPOKER
BBM :DE160B54 SMS :+85581964071 WHATSAPP:+85581964071

Untuk info lebih lanjut, anda dapat menghubungi operator kami yang bertugas 24/7 via livechat atau BBM yang tertera pada website Lexuspoker.net
 
AGEN POKER

 KU PERKOSA DAN JILAT MEMEK PEMBANTU KU SAMPAI CROTTT

POKER UANG ASLI - Kugauli yati pembantuku yang sexi-Kisah ini berlangsung waktu gw SMA, kira-kira 10 th. yang kemarin. Saat itu dirumah kami kehadiran seseorang pembantu baru dari satu buah desa di propinsi tpt gw tinggal, sebut saja Yati namanya. Seseorang wanita single berparas umum saja menurut gw, namun berkulit putih mulus, umur kira-kira 22 th.. Sejujurnya Yati bukanlah lah orang yang punya kebiasaan jadi pembantu, bukanlah juga datang dari orang yg tidak berkecukupan. Namun karna dia seringkali berselisih dengan orangtua nya, jadi dia mengambil keputusan bagi merantau ke kota. Takdir lah yang membawa nya ke tempat tinggal kami bagi bekerja sekalian disekolahkan di pelatihan ketrampilan, sampai keluar lah narasi ini.

AGEN POKER TERPERCAYA - Dirumah cuma ada gw, ke-2 orangtua gw, adek serta Yati. Ayah gw buka usaha toko dimuka tempat tinggal, sesaat Ibu gw pegawai. Jadi sesudah pulang sekolah, dirumah cuma ada gw, Yati, serta adek gw. Ayah gw seringkali di toko depan meskipun adakalanya masuk ke tempat tinggal, sesaat adek gw seringkali di kamar habis pulang sekolah. Dengan jumlah orang yang sedikit, kami lantas cepat sekali akrab serta seringkali bersenda gurau. Walau dirumah dia senantiasa memakai baju yang sopan, tetapi tidak kurangi kekagumanku juga akan keputihan serta kemulusan kulit nya. Terlebih di umur ku waktu itu lagi tengah bergejolaknya jiwa muda, yang pingin tahu mengenai lawan type nya. Mencapai bln. ke-3, Yati mulai seringkali sharing mengenai permasalahan2 nya dengan orangtua nya. Saya lantas jadi pendengar yang baik sampai kami lantas jadi tambah dekat. Terkadang waktu bercanda, gw berencana merapatkan duduk dengan dia. Atau waktu dia lagi tengah tiduran di sofa, tiba2 gw datang turut tiduran di belakang nya sembari menggelitik tubuhnya sampai Yati tertawa terpingkal2. Dengan tempat tiduran berdua di sofa yang sempit automatis badan kami lantas merapat serta kemaluan gw lantas menegang diantara bongkahan pantatnya.
Tak tahu Yati menyadarinya atau tidak, tetapi kejadian2 yang berulang2 buat gw jadi tambah berani. Hingga satu siang, saat menceritakan di kamar tempat setrika. Gw iseng2 nanya.
Gw (Rama) : Mbak, telah sempat ciuman belum juga?
Yati : Lho, kok nanya gituan
G : Gpp mbak nanya saja, hehehehe
A : belom diii, pacar saja belum juga sempat miliki. Gak bisa serupa bapak
G : oooooo….. hhhmmmmm…….. serupa mbak, gw juga belom. eeeee….. mbak…, cobain yukkk
Yati cuma melongo tidak menjawab. Gw rapatkan duduk ke samping Yati. Kutatap muka nya, perlahan-lahan kumajukan badan ku sampai bibirku menyentuh bibir Yati. Tidak ada perlawanan. Reflek kurangkul badan Yati serta semakin kulumat bibir mungil nya. Kulihat Yati pejamkan mata sembari adakalanya membalas lumatanku. Tangan Yati lantas udah melingkar di leherku isyarat dia mulai nikmati cumbuan ini. Bekal seringkali memirsa film biru begitu berikan faedah waktu kondisi spt saat ini, walau jantung ku lantas berdegup kencang karna ini pertama kalinya nya saya mencium wanita. Lidah ku bermain didalam rongga mulutnya, menjajahi langit2 mulut Yati. Kudorong badannya sampai rebahan di kasur. Kujilati telinga serta tiap-tiap cm lehernya. Yati cuma diam serta pejamkan mata. Namun lalu terdengar nada langkah kaki serta kami lantas reflek bangun serta kembali pada tempat awal mulanya seakan tidak berlangsung apa2.

AGEN POKER

POKER UANG ASLI - Begitu selalu peristiwa berulang sehari-harinya. Saya lantas merasakan takut bagi lakukan yang lebih jauh walau disisi beda saya pingin memandang badannya. Namun tak tahu akal dari tempat mana, saya miliki ikhtisar. Kesimpulan seseorang bocah SMA kemungkinan. Saat itu saya berfikiran seandainya pingin memandang badan Yati, bermakna saya mesti memamerkan badan saya terlebih dulu, supaya saya enak memohonnya buka baju. Serta nyatanya siasat ini 100% berhasil.

Seperti umum siang waktu session ciuman berjalan. Kuraih tangan Yati serta kuarahkan menyentuh kemaluanku.
G : Mbak, ini penis kemaluan laki2. Kalau dielus2 kelak dapat semakin besar selalu dapat ngeluarin cairan. Cairan itu yang jika dikeluarin didalam vagina mbak bisa saja anak. (Itu kata2 polos yang keluar dari mulut gw, udh seperti guru biologi saja). Ingin lihat gak mbak?
Yati lantas mengangguk perlahan. Gw keluar kamar memandang kondisi. Dirasa aman, gw tarik Yati ke kamar mandi belakang. Sesudah mengunci pintu, gw segera terlepas celana. Batang penis gw lantas berdiri tegak dengan kokohnya.
A : woww… (sembari tangan nya segera memegang penis gw)
G : mbak, cobalah dikocok2 tangan nya selalu kelak diemut agar cairannya dapat keluar (gw ajarin Yati ngocok serta oral Mr. P gw)
Ajaib nya (atau karena amat polosnya) Yati nurut saja. Hingga pada akhirnya ejakulasi tidak tertahan sekali lagi. Semprotan sperma lantas muncrat di mulut Yati. Yati lantas kaget. Namun sesudah kurYati, ditelan nya juga sperma itu meskipun hanya beberapa. Kemudian gw segera bersih2 serta kabur ke kamar gw, takut ketauan.


Besok harinya,

G : Mbak bagaimana kemaren enak gak?
A : Enak di, sekali lagi yukk (sembari cengengesan)
Kutuntun Yati ke kamar setrika, segera kupeluk serta kuciumi bibirnya. Namun Yati segera jongkok serta menarik keluar batang ku dari sangkarnya. “Kangen serupa burung anda di”, katanya. Tidak perlu saat lama, saya udah di buat merem melek dioral Yati. Namun kesempatan ini saya gak ingin ketinggal kereta. Saya angkat badan Yati serta kurebahkan ke kasur. Kulumat bibirnya, sesaat tangan ku mulai merambah ke bukit kembarnya. Yati mendesah kecil, buat ku jadi tambah semangat. Tanganku udah ada di balik kaosnya, mengelus2 perut mulus nya sembari adakalanya naik keatas membelah selipan bra Yati hingga tentang putingnya. Disamping itu tangan Yati tidak terlepas dari penis gw, serta desahannya lantas jadi tambah lama jadi tambah kuat.
Perlahan-lahan kaos Yati kusingkap hingga ke leher, kubuka kaitan bra nya. Ternganga saya memandang ke-2 pYatidara nya bergantung bebas dimuka mata kepalaku. Sungguh panorama mengagumkan.
A : Kenapa diliatin gitu di?
G : ehhh, … mbak cantik banget sih
Segera kukulum puting pYatidara Yati sembari kugigit2 kecil. Rintihan nikmat Yati buat nafsu ku jadi tambah naik-turun. Kuremas serta kujilati selalu ke-2 bukit kembarnya. Badan Yati lantas menggelinjang tidak pasti arah. Tangan kanan ku mulai bergerilya turun, mengelus pinggang halusnya lalu menyelusup cepat ke balik celana pendek serta celana dalamnya. Remasan keras di bokongnya buat Yati kembali mendesah kencang. Kemudi tangan ku lantas selekasnya berputar-putar ke arah depan beroleh rerumputan dibalik celana dalamnya. Namun saya dikejutkan dengan pegangan tangannya hentikan aktivitasku.
“Di.. jangan sampai. Ingin ngapain.. ” katanya sembari menahan tanganku tetapi serupa sekali tidak berupaya menarik keluar tanganku.
“ya telah mbak, saya dari luar celana dalam saja ya.. ” ujarku mengalah. Saya tidak pingin kesenangan ini berhenti di sini.
Kuelus2 serta kutekan2 vagina Yati dari luar celana dalamnya. Merasa olehku kalau celana itu jadi tambah lama jadi tambah basah. Pergerakan kaki Yati lantas udah tidak teratur sekali lagi, menggelinjang ke kanan serta ke kiri, nafasnya memburu cepat. Dari selipan celana dalam sisi bawah kucoba menyisipkan jari2 tangan ku masuk menyelusup. Tidak ada perlawanan kesempatan ini. Dengan selekasnya kutemukan klitoris nya serta kuraba. Karna merasakan udah di beri izin, saya kembali menyisipkan tangan dari arah atas, melalui rambut kemaluannya menuju ke arah klitoris serta vagina nya yang sangatlah basah.
“Di…enak banget di…terusin di…”
Pergerakan tangan ku menggesek2 vagina Yati jadi tambah cepat, hingga pada akhirnya tiba2 Yati memeluk badanku kencang serta badannya mengejang.
“Ahhhhh…. ahhhhh…. ahhhhhhh….. Di kamu apain aku…. Enakk dii…. ahhhhhhh…. “
Session di hari itu selesai dengan semprotan mani ku di mulut Yati, seperti umumnya.
Sesudah hari itu, kemesraan kami selalu berlanjut. Bahkan juga saat ini Yati lebih senang pakai kaos tidak tipis tanpa ada BH serta rok supaya saya lebih gampang menjamahnya kapanpun dimana saja. Terkadang waktu Yati sekali lagi masak, saya keluar semata-mata menjamah vaginanya dari balik rok nya yang nyatanya serupa sekali tak ada sekali lagi CD di baliknya. Atau waktu Yati lagi tengah setrika baju, saya datangi semata-mata bagi menyetor penisku ke mulutnya. Peristiwa sesuai sama itu berlanjut di hari2 lalu. Namun memanglah tidak sempat hingga ML karna dirumah senantiasa ada orang, jadi situasi tidak sangat mungkin.


Sabtu, 09 Desember 2017

Aku Berhasil Meniduri Istri Bos Ku Karena Obat Tidur

Kami Agen Judi Poker Online Terbaik Dan Terpercaya www.Lexuspoker.net
YM :CS_LEXUSPOKER
BBM :DE160B54
SMS :+85581964071
WHATSAPP:+85581964071




Aku Berhasil Meniduri Istri Bos Ku Karena Obat Tidur 

AGEN JUDI

 POKER UANG ASLI
- Cerita pemerkosaan ini terjadi pada saat aku masih bekerja sebagai penulis di rumah bos saya. Saya adalah seorang penulis yang  bekerja pada seorang agen penulisan, sebut saja nama bosku ini Suherman. Bosku ini menggunakan salah satu kamar rumahnya untuk dijadikan kantor tempat bawahannya bekerja. Saat ini Suherman hanya memiliki satu orang bawahan yaitu saya sendiri. Pekerja Suherman yang lain telah keluar karena perlakuan bosku yang tidak adil. Bosku sering kali memotong, bahkan tidak membayar pekerjaan bawahannya. Namun bosku tetap tidak belajar dari pengalamannya, bosku tetap tidak membayar hasil kerja dari pekerja terakhirnya ini. Tidak hanya itu, bosku memiliki sifat yang suka berselingkuh. Saya sering kali disuruh menginap di rumahnya untuk menyelesaikan banyak pekerjaan yang sering kali tidak dibayar. Sebenarnya, saya sendiri sudah ingin keluar saat itu. Namun, saat itu aku masih memiliki uang di bosku yang tidak bisa kutinggalkan begitu saja. Setelah sekian banyaknya pekerjaanku yang tidak dibayar, aku mulai berpikir untuk memanfaatkan keadaan. Istri bosku adalah seorang wanita yang cantik, sebutlah namanya Maria.

 Hampir semua orang yang datang ke rumah Suherman, datang karena istrinya. Namun, sayang Suherman adalah tukang selingkuh. Malam-malam selama aku menginap selalu dipenuhi oleh pertengkaran suami istri di tengah malam. Suherman biasanya pergi pada pagi atau siang hari dan pulang tengah malam setiap hari. Setelah pulang, Suherman mulai bertengkar di tengah malam dan mengganggu siapapun yang mendengarnya. Saat malam, istrinya selalu tidur menunggu Suherman pulang tengah malam. Pada suatu malam, aku sedang menginap di rumah pak Suherman untuk ngeprint beberapa buku. Jam sepuluh malam Suherman belum pulang ke rumah. Aku tahu Suherman sedang meniduri selingkuhannya atau sedang dalam perjalanan pulang.
“Ngapain sih selingkuh? Istri sudah cantik seperti Maria disia
-siakan seperti itu, sedang hamil
 pula!”
 Pikirku sambil menunggu mesin prin di depanku. Pada saat itu aku tersadar dan berpikir
“Benar! Si
a-sia sekali istri secantik itu dibiarkan begitu
 saja! Kukerjai saja dia sebagai ganti upah kerjaku yang tidak Suherman bayar.”
 Aku mulai memikirkan rencana untuk mengerjai istri Suherman, bosku sendiri. Aku tahu kalau  pintu yang memisahkan tempat kerjaku dan rumah utama telah macet dan tidak bisa dikunci. Aku bisa mengerjai istri bosku dengan bebas, aku hanya perlu berhati-hati saat melakukannya agar tidak ketahuan. Aku berusaha mendengarkan dari balik pintu suara tidur di rumah utama. Setelah yakin bahwa tak ada suara tanda-tanda aktivitas di dalam rumah utama, aku memberanikan diri untuk membuka pintu.

AGEN POKER TERPERCAYA - Pintu itu cukup didorong sedikit agar bisa terbuka karena kuncinya sudah rusak. Aku mendorongnya perlahan agar tidak menimbulkan suara keras. Satu desakan lembut, dan pintu tersebut terbuka. Aku mengintip sedikit memastikan bahwa istri Suherman tertidur pulas. Matanya tertutup, nafasnya teratur, saatnya bersenang-senang. Aku merangkak dan mendekat  perlahan-lahan dengan jantung berdetak keras dan nafas memburu. Rasa takut ketahuan dan terangsang bercampur, sungguh campuran perasaan yang menarik dan menyenangkan. Setelah dekat, aku memandang tubuh istri bosku dengan takjub. Kulit putih yang yang tampak sangat halus. Tubuh yang indah dengan wajah yang cantik ini telah membuat banyak pria ingin menidurinya. Perutnya membuncit karena dia sedang hamil lima bulan,
“Kejam sekali Suherman, istri sedang hamil dia malah selingkuh dengan perempuan lain.”
kataku dalam hati.
“Kalau Suherman tidak mau istrinya, sebaiknya untukku saja,”
 pikirku, lagipula aku selalu  penasaran dengan wanita hamil. Maria tidur dengan posisi membelakangiku dengan kaki terbuka. Baju dasternya yang berwarna  biru tua tersingkap hingga memperlihatkan kaki indahnya yang berwarna putih. Celana dalamnya

yang berwarna krem terlihat dengan jelas, aku yakin tindakanku ini benar-benar di luar dugaan mereka. Aku menyingkapkan daster Maria untuk melihat tubuhnya lebih banyak lagi. Terlihatlah seluruh pantat istri bosku di depan mataku. Pelan-pelan aku mengelusnya dari paha hingga ke pantatnya, agar Maria tidak terbangun. Aku sangat takut jika istri bosku tiba-tiba terbangun dan melihat perbuatanku padanya, aku akan berada dalam masalah besar. Aku menciumi pantat Maria dan terkadang menjilatnya sedikit. Saat aku sedang menikmati pantat istri bosku, tiba-tiba aku mendengar suara motor mendekat.

“Suherman pulang!”
 pikirku dengan panik. Aku merapikan daster Maria dan segera kembali ke ruangan tempat kerjaku. Mesin prin masih terus mengeprin buku yang seharusnya aku awasi. Setelah menanyakan pekerjaanku, Suherman dan Maria kembali melakukan rutinitasnya bertengkar di tengah malam. Keesokan paginya Suherman mengizinkan aku untuk pulang sebentar dan tidur dan tidur beberapa  jam. Siangnya aku ditelepon untuk datang lagi ke rumah Suherman dan meneruskan proses mengeprin buku. Tak lama kemudian, Suherman pergi dengan alasan akan pergi ke beberapa  penerbit.
“Padahal tak usah berbohong karena baik aku ataupun istri Suherman sudah mengetahui
Suherman akan pergi ke tempat seling
kuhannya.”
 pikirku dalam hati. Setelah pertengkaran yang cukup hebat dengan istrinya, pergilah Suherman dari rumah. Sekali lagi, seperti biasa, Suherman meninggalkan istrinya serumah dengan pria lain. Jam setengah sepuluh malam rumah sudah sepi, hanya suara mesin prin yang sedang bekerja.
“Saatnya aku beraksi”
 pikirku sambil menyiapkan kertas yang banyak di mesin prin. Aku mendorong pintu dan masuk ke kamar tidur Maria. Maria sedang tidur nyenyak dengan  pakaian yang tersingkap hingga mencapai dadanya.
“Wow!

POKER UANG ASLI

 Kemarin aku puas menciumi pantatnya, sekarang ke payudaranya ah!”
 pikirku. Aku menaikkan dasternya lebih tinggi lagi, hingga seluruh payudaranya terlihat. Aku meremasnya  perlahan dan menciuminya. Kemudian, aku tertarik untuk melihat puting payudaranya. Aku menarik BH Maria ke bawah perlahan-lahan. Aku takut Maria terbangun saat aku sedang melucuti  pakaiannya. Ternyata puting istri bosku sangatlah lucu, mirip dengan puting payudara anak-anak. Puting payudara Maria ukurannya kecil, berwarna coklat gelap, lingkaran sekelilingnya pun tidak  besar. Aku tidak tahan lagi, aku ingin menghisap payudaranya, walaupun aku takut Maria terbangun. Aku membuka mulutku dan bersiap menghisap puting coklat Maria. Mulutku menutup puting Maria berada dalam dalam bibirku.

Aku berhenti sebentar dan memperhatikan wajah istri bosku, takut Maria terbangun. Aroma puting  payudaranya sangat wangi, seperti wangi vanilla, kusadari dia sedang hamil dan payudaranya sedikit basah. Kemudian aku menghisapnya perlahan-lahan dan selembut mungkin. Beberapa lama aku menghisap puting payudara istri bosku yang wangi dan lezat. Aku mulai lupa diri dan ingin menusukkan penisku ke vagina Maria. Aku kemudian memposisikan tubuhku agar dapat menyetubuhi Maria. Walau aku takut dia terbangun, aku ingin mencoba terlebih dahulu. Aku menarik celana dalam Maria dari belakang dengan perlahan. Tak lama kemudian aku berhasil melihat belahan pantatnya. Kemudian diikuti dengan lubang pantatnya dan lubang vaginanya. Lubang pantat Maria berwarna coklat gelap, bergerak-gerak mengikuti irama nafas Maria, Kadang lubang tersebut berkedut-kedut beberapa kali, aku tidak tahu mengapa. Kemudian aku mulai memposisikan tubuhku untuk menyetubuhi Maria. Aku menempelkan kepala penisku ke vagina Maria untuk melihat reaksinya. Maria terlihat masih tidur dan belum terbangun sama sekali, tampaknya Maria kalau sudah tertidur sulit untuk bangun. Aku menjadi semakin berani untuk menyetubuhi Maria. Aku menekan penisku ke dalam vagina Maria lebih dalam dengan perlahan. Aku sempat merasakan sempitnya vagina Maria dan panas tubuhnya di sekeliling penisku.

POKER TERPERCAYA
- Namun, tiba-tiba Maria melenguh keras dan menutup kakinya hingga penisku tertarik keluar. Aku kaget setengah mati, kukira Maria akan terbangun dan memergokiku sedang menyetubuhinya. Penampilanku sekarangpun sudah tidak bisa disangkal dengan penis tegang keluar dari celana. Pakaian Maria-pun sedang dalam posisi hampir terbuka. Aku segera merapikan pakaian Maria dan pergi dari kamar tidurnya. Kemudian melanjutkan  pekerjaanku mengawasi mesin prin. Tak lama kemudian, Suherman pulang dan menanyakan  pekerjaanku. Aku mulai berpikir untuk mengerjai Maria dengan lebih cepat dan tidak perlahan-lahan. Terlalu  banyak waktu terbuang hanya untuk berhati-hati dan takut ketahuan. Suherman keburu pulang dan resiko ketahuan yang besar menjadi pikiranku selama beraksi. Kemudian aku mendapat ide untuk menggunakan obat tidur. Aku segera mencari di internet untuk membeli obat tidur. Setelah memesan, obat tidur tersebut datang tiga hari kemudian. Aku menyusun rencana untuk menggunakan obat tidur tersebut pada Maria.

Malamnya Suherman sedang pergi dan Maria sedang menonton televisi di ruang tamu. Kemudian aku segera membuat alasan untuk membuat kopi agar dapat masuk ke rumah utama. Begitu Maria lengah aku memasukkan obat tidur cair ke minumannya dan kedua anaknya yang masih kecil. Aku masuk kembali ke ruang kerjaku. Setelah kutunggu lama suara televisi masih menyala, namun tidak terdengar suara Maria ataupun anak-anaknya. Aku memberanikan diri untuk masuk dan membuka pintu dengan cara normal. Setelah aku masuk ternyata Maria dan kedua anaknya masih berada di ruang tamu. Maria tertidur di kursi dan anaknya tertidur di lantai masih memegang mainan yang sedang dimainkannya. Aku menggelengkan kepala, tidak percaya bahwa aku akan memperkosa wanita hamil yang sedang tidur. Aku kemudian menguji apakah istri bosku sudah sudah benar-benar tertidur atau belum.
AGEN POKER

“Teh Maria, teh Maria bangun”
 kataku sambil menepuk dan menggoyangkan tubuhnya. Maria tidak juga bangun dan masih tertidur pulas. Untuk meyakinkan aku meremas payudaranya  perlahan, kemudian aku meremasnya dengan keras untuk melihat reaksinya. Ternyata Maria tidak  juga terbangun, nampaknya obat tidur tersebut benar-benar berfungsi dengan baik. Kemudian aku menyeret tubuh istri bosku ke kamar tidurnya. Aku tak punya banyak waktu karena Suherman akan segera pulang dan aku tak ingin dia memergokiku sedang memperkosa istrinya. Aku cepat-cepat membuka bajunya dan bajuku sendiri. Kuciumi seluruh badannya dengan penuh nafsu, karena aku tahu kini apapun yang kuperbuat Maria takkan terbangun.

 Kuposisikan tubuh Maria dengan posisi terlentang hingga aku bebas menjamah seluruh tubuhnya. Perutnya yang sedang hamil tampak membusung ke atas. Kemudian aku menghisap puting  payudaranya, tidak seperti beberapa hari lalu, malam ini aku menghisapnya dengan keras. Kuremas payudara Maria yang satu lagi, satu kuremas, satu kuhisap terkadang bergantian. Setelah  beberapa lama, kurasakan tanganku basah di payudara Maria, dan hanya ada satu penjelasan, ini air susu Maria. Setelah terpana sebentar, aku mulai menjilati air susunya. Ternyata rasanya cukup enak dan wangi. Aku masih belum puas merasakan air susu Maria dan masih ingin terus meminumnya. Aku menghisap air susu Maria dari puting payudara, kuremas kemudian setelah susunya keluar aku hisap hingga habis, terus seperti itu. Setelah beberapa saat aku tahu teknik untuk mengeluarkan air susunya tanpa harus meremasnya dengan tangan. Setelah aku merasa enek, enek karena air susu yang seharusnya untuk bayi, lucu sekali. Karena aku merasa sudah cukup puas dengan payudaranya, aku ingin melakukan hal yang lain. Aku melihat bibir Maria yang indah dan jadi sangat ingin menciumnya. Aku mendekatkan wajah dan mencium bibirnya. Rasa mulut Maria jujur saja rasa mi instan, sepertinya di baru makan mi instan. Aku mengeluarkan penisku dan mendekatkannya ke wajah Maria. Setelah menggosokkannya ke  bibir Maria, aku menekan penisku ke dalam mulut Maria. Setelah memasuki mulut Maria aku mulai menggerakkan penisku keluar masuk. Mulut Maria dipenuhi penisku dan becek karena liurku. Kemudian Maria bergerak secara reflek berusaha mengeluarkan penisku dari mulutnya.
“Sayang sekali…” pikirku dalam hati.

 Aku mengganti tergetku pada vaginanya, yang belum kusentuh dari tadi. Aku membuka kedua kaki Maria hingga posisinya kini mengangkang, siap dimasuki penisku. Aku tidak ingin melakukannya dengan pelan, aku ingin melakukannya dengan keras dan kasar, toh Maria takkan terbangun kali ini. Kugosokkan penisku di bibir lubang vagina Maria agar tak meleset saat kumasukkan. Setelah letaknya tepat aku segera bersiap untuk memasukkan penisku ke vagina Maria. Dengan satu hentakan keras, BLESSS aku menusukkan penisku ke dalam vagina Maria sekuat tenaga. Maria tetap diam saja, hanya ekspresi wajahnya yang sedikit mengerut. Aku mendiamkan sebentar penisku di dalam vagina Maria, mencoba meresapi panas tubuhnya dan gerakan di dalam vaginanya. Vagina Maria seakan bernapas dengan jepitan yang mengeras dan mengendur di sekeliling penisku. Penisku mulai kukeluarkan dan kuhentakkan kembali dengan keras. Aku melakukannya beberapa kali karena setiap kali melakukannya vagina Maria berkedut-kedut di bagian dalam. Setelah melihat jam, ternyata sudah lewat setengah jam sejak aku mulai bermain dengan tubuh Maria. Aku mulai menggenjot badan Maria dengan cepat dan kuat. PLOK PLOK PLOK PLOK

suara paha kami saat bertemu karena genjotanku. Sambil terus kugenjot, aku menciumi seluruh  permukaan tubuhnya. Lenguhan-lenguhan kecil keluar dari bibirnya yang indah. Payudara dan seluruh dadanya kujilati, kuremas, dan kuhisap dengan rakus. Perutnya yang membusung kupeluk dan kuciumi pula, aku ingin merasakan dengan jelas kalau aku sedang memperkosa wanita hamil dan berjilbab pula. Sekarang yang membuatku bingung adalah apakah aku harus mengeluarkan maniku di luar atau di dalam. Setelah hampir setengah jam menggenjot tubuh Maria, aku merasakan maniku sudah siap keluar. Pada saat merasakan sudah mencapai puncaknya, aku memutuskan untuk mengeluarkan maniku di dalam vagina Maria. Kutekan keras penisku ke dalam vagina Maria agar maniku keluar di tempat paling dalam di tubuh Maria. CROT CROT CROT maniku akhirnya keluar di dalam vagina Maria. Aku dapat merasakan maniku keluar dan membanjiri vagina Maria.

“Oh, oh, oh yeah,”
 kataku tak kuasa menahan nikmat orgasme yang membuat seluruh tubuhku menegang. Setelah kulepaskan penisku dari vagina Maria, air maniku sedikit menetes dari vaginanya. Aku  berpikir,
“Bagaimana dengan bayi di dalam rahimnya ya?”
 karena aku baru saja memasukkan sperma dalam jumlah besar. Aku pernah mendengar kalau seorang wanita akan keguguran kalau diperkosa pada saat mengandung. Tapi kemudian aku berpikir lagi,
“Memang aku peduli? Aku rasa tidak! Lebih baik aku teruskan, karena bagaimanapun sudah terlambat menyesal sekarang.”

 Setelah tenagaku pulih, aku siap untuk bermain dengan tubuh Maria minimal satu kali lagi. Tubuh Maria kuposisikan agar menungging, karena aku ingin memperkosanya dari belakang. Kunaikkan  pantatnya ke atas dan menciumi pantatnya. Pada saat sedang asyik menciumi, aku melibat lubang anusnya. Aku terpana dengan gerakannya yang seakan mengundangku untuk melakukan anal seks padanya. Namun, aku terpaksa harus menolak, karena jika ketahuan ada bekas anal seks, mereka akan curiga. Kumasukkan sekali lagi penisku ke dalam vagina Maria dari belakang. Setelah posisiku mantap, aku genjot vagina Maria dengan cepat dan kuat. Kini tak hanya terdengar suara paha saja yang terdengar. Kini, suaranya terdengar lebih becek karena banyaknya cairan dalam vagina Maria. Setelah puas dengan posisi menungging, kuangkat tubuh Maria hingga dia berada dalam posisi mendudukiku. Aku harus terus menahan tubuh Maria agar tak terjatuh. Posisi duduk membuat

ukuran perut Maria yang sedang hamil terlihat dengan jelas. Sambil terus merabai tubuhnya dari  belakang, aku terus menggenjot tubuh Maria. Perut dan payudara Maria bergoncang mengikuti gerakan genjotanku. Remasanku pada payudara Maria semakin keras hingga air susunya memercik ke kasur. Namun, posisi duduk cukup membuat  pegal karena aku harus menahan berat tubuh Maria. Aku mengganti posisi agar aku dapat kembali menikmati tubuh Maria dengan nyaman. Kurebahkan tubuh Maria dengan posisi menyamping dan aku di belakangnya. Kuangkat kaki Maria yang kanan dan menyelipkan kaki kananku di antara kaki Maria. Kemudian, kumasukkan  penisku kembali ke vagina Maria yang sudah becek karena cairan dari vaginanya. Kulanjutkan genjotanku pada Maria, sambil menciumi seluruh tubuhnya. Tanganku meremas  payudaranya yang indah dengan keras. Puting payudara Maria kupuntir dan kucubit sepuasnya. Setelah beberapa saat aku mulai mencapai puncak kenikmatanku. Aku angkat kaki Maria agar aku dapat menggenjot vaginanya dengan kecepatan maksimal. Dengan posisi berlutut aku menggenjot vagina Maria dengan kencang. Kuangkat bagian bawah tubuh Maria agar mani yang kukeluarkan langsung masuk dan tak tumpah kemana-mana. Saat mencapai orgasme aku tak kuasa menahan getaran tubuhku.

“Oh! Ah! Oh!”
 aku melenguh karena kenikmatan orgasme yang menguasai tubuhku. Setelah kucabut penisku, aku tetap mengangkat bagian bawah tubuh Maria agar air maniku tidak keluar dari vagina Maria. Setelah beberapa saat, aku membersihkan tubuh Maria yang penuh air liurku menggunakan kain lapel. Kubersihkan vagina Maria dari air mani yang menetes.

Kurapikan pakaian Maria dan kuposisikan seperti orang yang tidur. Kubaringkan kedua anak Maria di tempat tidurnya. Kemudian aku kembali mengawasi mesin prin yang ternyata kehabisan kertas. Jam setengah satu Suherman pulang ke rumah dan menanyakan  pekerjaanku. Perbedaannya malam itu tak ada pertengkaran karena Maria masih tidur dan Suherman tidak menyadari apa yang kulakukan pada istrinya. Kini dengan berbekal obat bius, setiap aku menginap di rumah Suherman aku selalu memperkosa Maria. Maria dan Suherman tidak pernah menyadarinya atau tidak perduli aku tidak tahu. Pernah  beberapa kali aku memperkosa Maria saat Suherman sedang tidur di sampingnya.

Tentu saja aku harus keluar sebelum ada masalah yang terjadi yang menyebabkanku masuk penjara. Karena memperkosa istri bosku sudah mulai membosankan dan tidak menarik lagi, aku memutuskan keluar dari tempat kerja Suherman. Aku keluar dari tempat kerja Suherman karena aku sudah muak kerja tanpa dibayar oleh Suherman. Beberapa bulan kemudian aku mendengar kabar bahwa istri Suherman telah melahirkan. Saat aku berkunjung ke rumah Suherman, aku melihat bayi yang tadinya berada dalam kandungan istri bosku. Anak Maria ternyata sangat lucu dan sehat tanpa ada cacat sama sekali. Ternyata pemerkosaan yang kulakukan pada istri bosku sama sekali tidak berpengaruh pada rahim Maria dan kandungannya. Sekarang aku keluar untuk selamanya dari tempat kerja Suherman karena bosan, sudah tidak ada lagi yang bisa kulakukan di sini.